TAMANSARI adalah sebuah kompleks yang identik dengan keraton Yogyakarta. Pada masanya, Tamansari merupakan taman yang indah dengan sebuah area pemandian (Umbul Binangun) yang dikhususkan bagi para permaisuri Sultan yang cantik.
Pemandian Umbul Binangun yang menakjubkan hanyalah salah satu bagian dari kompleks Tamansari, namun pemandian inipulalah yang membuatnya terkenal sebagai salah satu pusat kunjungan wisata. Setelah dilakukan pemugaran akibat hancur karena gempa pada 1867, pemandian ini menjelma menjadi tempat yang memikat.
Di area pemandian Umbul Binangun, Anda bisa melihat tiga kolam dan sebuah menara yang diperuntukkan bagi Sang Sultan Yogyakarta Hadiningrat. Dengan warna biru airnya yang nampak hingga dasar kolam, bisa dibayangkan bagaimana daya pikat pemandian ini pada masanya.
Selain Umbul Binangun, Tamansari sebenarnya memiliki empat bagian. Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat. bagian selanjutnya bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan, termasuk pemandian Umbul Binangun.
Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua. Dan yang terakhir adalah bagian sebelah timur pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai ke tenggara kompleks Magangan.
Melihat bagian-bagian yang membentuk kesatuan kompleks, Tamansari yang berada di baratdaya keraton sebenarnya memiliki fungsi lain yaitu sebagai benteng pertahanan, tempat meditasi, dan tempat tinggal Sultan. Dahulunya ini juga terkenal sebagai sebuah taman atau kebun istana dengan berbagai kebun buahnya.
Dibangun pada 1758 oleh Sultan Hamengku Buwono I, arsitektur Tamansari dipengaruhi oleh beberapa elemen, diantaranya pengaruh dari Hindu dan Budha, Jawa dan Islam, Cina, Portugis dan gaya Eropa. Ini dapat terlihat dibeberapa bagian bangunannya.
Masih di Tamansari, Anda juga bisa melihat dua pintu gerbang utama, yaitu Gapuro Agung (berada dibagian Barat) dan Gapuro Panggung (berada dibagian Timur) yang mulai 2007 digunakan sebagai pintu masuk utama ke lokasi kompleks Tamansari.
Bentuk pintu gerbang atau ‘Gapuro’nya sangatlah indah, yang merupakan gaya asli Jawa. Pada detail dari Gapuro ini, Anda akan melihat motif asli Jawa seperti stilasi dari sulur-sulur tanaman, burung, ekor dan sayap burung garuda.
Melihat keuinikan yang di miliki, maka tidak lengkap rasanya bila berlibur ke Yogyakarta tanpa mengunjungi Tamansari. Bila hendak ke sini, sediakan uang sekitar Rp3.000 atau lebih untuk biaya masuknya dan jika membawa kamera siapkan pula biaya tambahan Rp1.000.


















