BERENCANA melancong ke Amerika? Bersiaplah untuk menghadapi barikade keamanan ketat sebagai langkah baru untuk menggagalkan upaya terorisme. Jika tidak siap, Anda mungkin tidak bisa ke sana.
Inilah yang perlu Anda ketahui tentang scanner tubuh dan Secure Flight, sebuah program baru yang mengharuskan wisatawan untuk memberikan informasi lebih lanjut saat pemesanan tiket.
Kehadiran alat scan tubuh tumbuh di berbagai bandara AS. Secara resmi dikenal sebagai Advanced Imaging Technology machines, alat scan akan mengambil gambar rinci tentang bagian tubuh manusia.
Saat ini, ada hampir 300 alat scan di 61 bandara AS, baik yang berukuran besar atau kecil. Namun, itu hanya sebagian kecil dari 382 bandara primer yang terdaftar di Departemen Perhubungan AS. Alat scan ini digunakan di kota-kota besar seperti San Francisco, Miami dan Las Vegas, tetapi belum di New York.
Administrasi Keamanan Transportasi, yang mengawasi keamanan bandara, berharap memiliki 450 mesin yang semuanya akan terpasang pada akhir tahun, meskipun belum memberitahu lokasi yang baru. Mesin ini nantinya bisa mendeteksi plastik atau bahan ledak kimia, dan senjata yang tidak terbuat dari logam.
Ada dua jenis alat scan. Salah satunya adalah portal enam sisi yang mengharuskan penumpang berdiri di dalamnya dengan tangan berada di atas kepala, sementara teknologi gelombang radio memeriksa tubuh untuk menghasilkan gambar tiga dimensi.
Alat itu memancarkan sekitar 10.000 kali lebih sedikit energi frekuensi radio daripada ponsel, menurut Transportation Security Administration (TSA).
Model lainnya menggunakan teknologi sinar X. Ini terlihat seperti dua kotak besar berdampingan. Pelancong yang datang harus berhenti sebentar sewaktu mesin mengambil gambar pada monitor. TSA mengatakan, radiasinya setara dengan berada selama 2 menit di pesawat terbang.
Selain dua alat scan, hal lain yang akan diterapkan adalah Secure Flight atau kemanan penerbangan. Ini merupakan upaya belakang layar TSA untuk mencocokkan orang yang diduga berpotensi teroris dengan daftar yang ada.
Program tersebut telah diluncurkan secara bertahap, yang secara resmi akan dimulai pada 1 November. Program ini membutuhkan maskapai penerbangan untuk mengumpulkan nama lengkap penumpang, tanggal lahir dan jenis kelamin pada pemesanan. Penumpang yang tidak memberikan informasi, setidaknya 72 jam sebelum penerbangan tidak akan mendapatkan boarding pass.
Anda juga bisa mengalami masalah ketika sampai di bandara jika nama yang tertera pada tiket tidak sesuai seperti yang tercantum pada identifikasi pemerintah.
Sebelum pergi, beberapa informasi ini mungkin bisa berguna untuk Anda.
- Periksa ejaan pada tiket Anda. Hubungi maskapai jika Anda menemukan kesalahan.
- Jangan gunakan nama julukan saat pemesanan.
- Jika Anda baru saja menikah atau mengubah nama, pesan tiket penerbangan dengan nama yang sama pada paspor.
- Perhatikan detail. Pastikan memesan dengan nama lengkap karena sebuah perbedaan kecil bisa menyebabkan agen keamanan di bandara untuk melakukan double-take dan memperlambat Anda.




















You made some good points there. I did a search on the topic and found most people will agree with your blog.
Great post. I will be bookmarking and sharing it with my social networks.
thanks a lot the information