MENDENGAR kata nyirih, Anda mungkin langsung membayangkan sosok tua dengan gigi berwarna merah kekuning-kuningan. Jika ini yang terbayang, Anda tentu tidak akan mau mencobanya. Jadi, buanglah sejenak pikiran Anda itu.
Nyirih ala Thailand tentu berbeda dan ini merupakan salah satu menu hidangan ringan yang biasanya disajikan sebelum menyantap menu makanan utama. Penduduk Negeri Gajah Putih biasa menyebutnya Miang Kham.
Bahan-bahan yang ada pada Miang Kham benar-benar berbeda dengan nyirih di Indonesia yang biasa dicampur buah pinang, yang sama hanya penggunaan daun sirih sebagai pembungkus bahan-bahan campurannnya.
Pada Miang Kham, Anda akan menemukan potongan kecil jahe, jeruk nipis, kacang, bawang merah, lengkuas, udang kecil, saus hangat yang dibuat dari aren organik, dan daun sirih tentunya. Kesemua bahan ini disajikan dalam sebuah wadah yang cukup besar.
Cara memakan Miang Kham dimulai dengan mengambil selembar daun sirih lalu diisi dengan berbagai campuran bahan-bahan tersebut. Jangan lupa untuk menambahkan saus aren yang menghadirkan citarasa tersendiri pada Miang Kham. Setelah semua bahan berada di tengah daun sirih, Anda tinggal menggulung atau membungkusnya, lalu dimakan.
Pertama kali gigi menggigit, dan perlahan bahan-bahan tersebut tercampur di lidah, Anda akan merasakan perpaduan yang unik. Sulit terbayang seperti apa, tapi terasa nikmat. Ada rasa manis, hangat, dan agak pedas. Terlebih saat irisan jeruk nipis mulai tergigit, Anda akan mendapat sensasi tambahan rasa asam. Sungguh unik!
Mencoba satu gulungan Miang Kham bisa membuat Anda ketagihan. Perpaduan uniknya masih bersahabat dengan lidah lokal. Hidangan ringan ini juga tergolong segar karena menggunakan bahan-bahan dan rempah-rempah alami.


















